logo
spanduk spanduk

Rincian berita

Created with Pixso. Rumah Created with Pixso. Berita Created with Pixso.

Cara Memilih Bahan Kemasan yang Berkelanjutan & Ramah Lingkungan untuk Merek Kosmetik?

Cara Memilih Bahan Kemasan yang Berkelanjutan & Ramah Lingkungan untuk Merek Kosmetik?

2026-02-25
Cara Memilih Bahan Kemasan Berkelanjutan & Ramah Lingkungan untuk Merek Kosmetik

Pada pasar tahun 2026, kemasan berkelanjutan bukan lagi sebuah “bonus” bagi merek, melainkan persyaratan masuk pasar. Dihadapkan dengan rantai pasokan yang kompleks dan klaim hijau yang membingungkan, merek kosmetik memerlukan strategi pemilihan yang sistematis yang mencakup kinerja material, sistem daur ulang, dan biaya pengurangan karbon.

Berikut adalah panduan lengkap:

1. Prioritaskan Material Tunggal (Mono-Materials)

Ini adalah solusi paling efektif untuk tantangan daur ulang. Pompa kosmetik tradisional atau tabung komposit berlapis-lapis sering kali mengandung pegas, bagian logam, dan plastik campuran, yang mengakibatkan biaya penyortiran yang tinggi.

Strategi:

Gunakan struktur seluruhnya polietilena (PE) atau seluruhnya polipropilena (PP). Contohnya, pompa seluruhnya plastik menghilangkan pegas logam, sehingga konsumen dapat mendaur ulangnya secara langsung tanpa dibongkar.

Keunggulan:

Sangat meningkatkan kemampuan daur ulang material dan mengurangi dampak lingkungan setelah dibuang.

2. Gunakan Material Berbasis Bio & Daur Ulang (Upcycled)

Pada tahun 2026, material nabati telah mengatasi keterbatasan ketahanan kimia.

  • Plastik Berbasis Tebu / Jagung: Bioplastik (seperti Bio-PET) yang terbuat dari tanaman yang tidak dapat dimakan menawarkan kinerja yang setara dengan plastik berbasis minyak bumi tradisional, dengan jejak karbon yang lebih rendah.
  • Residu Pertanian: Kotak kemasan yang terbuat dari ampas kopi, serat bambu, atau bagas memberikan tekstur alami yang unik dan dapat dikomposkan secara industri dalam kondisi tertentu.
  • Miselium: Untuk merek mewah, bantalan berbasis miselium secara sempurna menggantikan busa EPE, memungkinkan biodegradasi tanpa beban yang sesungguhnya.
3. Seimbangkan dengan Material PCR (Post-Consumer Recycled)

Penggunaan material PCR saat ini adalah metode pengurangan karbon yang umum.

Rekomendasi Rasio:

Mulai dengan kandungan PCR 30%–50%. 100% PCR mungkin memiliki sedikit kekurangan dalam transparansi warna atau kekuatan struktural, tetapi “ketidaksempurnaan” ini dapat menjadi bagian dari cerita keberlanjutan merek Anda di era yang menghargai keaslian.

Inti Sertifikasi:

Selalu pastikan material memiliki sertifikasi GRS (Global Recycled Standard) untuk menjamin kredibilitas sumber.

4. Adopsi Sistem Ringan & Isi Ulang (Refillable)

Kemasan terbaik adalah “kemasan yang lebih sedikit”.

  • Desain Ringan: Kurangi ketebalan dinding melalui desain cetakan yang dioptimalkan. Pada tahun 2026, “ringan” sama dengan “mewah”: struktur yang tipis namun kuat mewakili keahlian yang lebih tinggi.
  • Sistem Isi Ulang: Gunakan kaca atau keramik tahan lama untuk botol luar, dan bahan ramah lingkungan yang sangat tipis untuk isi ulang. Model ini menurunkan biaya pembelian ulang dan membangun loyalitas pelanggan jangka panjang.
5. Pencetakan & Pelapisan Ramah Lingkungan

Detail menentukan apakah kemasan benar-benar berkelanjutan di seluruh rantai pasokan.

  • Pilihan Tinta: Gunakan tinta kedelai atau tinta berbasis air untuk menghindari emisi VOC (Volatile Organic Compound).
  • Hindari Hot Stamping Tradisional: Foil logam konvensional mencemari daur ulang kertas. Ganti dengan embos presisi tinggi atau pelapis berbasis air yang ramah lingkungan untuk mencapai efek metalik.

Ringkasan

Memilih kemasan berkelanjutan bukanlah tentang mengejar bahan yang paling mahal. Hal ini harus didasarkan pada kebutuhan umur simpan produk Anda, posisi merek, dan kematangan sistem daur ulang lokal.

spanduk
Rincian berita
Created with Pixso. Rumah Created with Pixso. Berita Created with Pixso.

Cara Memilih Bahan Kemasan yang Berkelanjutan & Ramah Lingkungan untuk Merek Kosmetik?

Cara Memilih Bahan Kemasan yang Berkelanjutan & Ramah Lingkungan untuk Merek Kosmetik?

Cara Memilih Bahan Kemasan Berkelanjutan & Ramah Lingkungan untuk Merek Kosmetik

Pada pasar tahun 2026, kemasan berkelanjutan bukan lagi sebuah “bonus” bagi merek, melainkan persyaratan masuk pasar. Dihadapkan dengan rantai pasokan yang kompleks dan klaim hijau yang membingungkan, merek kosmetik memerlukan strategi pemilihan yang sistematis yang mencakup kinerja material, sistem daur ulang, dan biaya pengurangan karbon.

Berikut adalah panduan lengkap:

1. Prioritaskan Material Tunggal (Mono-Materials)

Ini adalah solusi paling efektif untuk tantangan daur ulang. Pompa kosmetik tradisional atau tabung komposit berlapis-lapis sering kali mengandung pegas, bagian logam, dan plastik campuran, yang mengakibatkan biaya penyortiran yang tinggi.

Strategi:

Gunakan struktur seluruhnya polietilena (PE) atau seluruhnya polipropilena (PP). Contohnya, pompa seluruhnya plastik menghilangkan pegas logam, sehingga konsumen dapat mendaur ulangnya secara langsung tanpa dibongkar.

Keunggulan:

Sangat meningkatkan kemampuan daur ulang material dan mengurangi dampak lingkungan setelah dibuang.

2. Gunakan Material Berbasis Bio & Daur Ulang (Upcycled)

Pada tahun 2026, material nabati telah mengatasi keterbatasan ketahanan kimia.

  • Plastik Berbasis Tebu / Jagung: Bioplastik (seperti Bio-PET) yang terbuat dari tanaman yang tidak dapat dimakan menawarkan kinerja yang setara dengan plastik berbasis minyak bumi tradisional, dengan jejak karbon yang lebih rendah.
  • Residu Pertanian: Kotak kemasan yang terbuat dari ampas kopi, serat bambu, atau bagas memberikan tekstur alami yang unik dan dapat dikomposkan secara industri dalam kondisi tertentu.
  • Miselium: Untuk merek mewah, bantalan berbasis miselium secara sempurna menggantikan busa EPE, memungkinkan biodegradasi tanpa beban yang sesungguhnya.
3. Seimbangkan dengan Material PCR (Post-Consumer Recycled)

Penggunaan material PCR saat ini adalah metode pengurangan karbon yang umum.

Rekomendasi Rasio:

Mulai dengan kandungan PCR 30%–50%. 100% PCR mungkin memiliki sedikit kekurangan dalam transparansi warna atau kekuatan struktural, tetapi “ketidaksempurnaan” ini dapat menjadi bagian dari cerita keberlanjutan merek Anda di era yang menghargai keaslian.

Inti Sertifikasi:

Selalu pastikan material memiliki sertifikasi GRS (Global Recycled Standard) untuk menjamin kredibilitas sumber.

4. Adopsi Sistem Ringan & Isi Ulang (Refillable)

Kemasan terbaik adalah “kemasan yang lebih sedikit”.

  • Desain Ringan: Kurangi ketebalan dinding melalui desain cetakan yang dioptimalkan. Pada tahun 2026, “ringan” sama dengan “mewah”: struktur yang tipis namun kuat mewakili keahlian yang lebih tinggi.
  • Sistem Isi Ulang: Gunakan kaca atau keramik tahan lama untuk botol luar, dan bahan ramah lingkungan yang sangat tipis untuk isi ulang. Model ini menurunkan biaya pembelian ulang dan membangun loyalitas pelanggan jangka panjang.
5. Pencetakan & Pelapisan Ramah Lingkungan

Detail menentukan apakah kemasan benar-benar berkelanjutan di seluruh rantai pasokan.

  • Pilihan Tinta: Gunakan tinta kedelai atau tinta berbasis air untuk menghindari emisi VOC (Volatile Organic Compound).
  • Hindari Hot Stamping Tradisional: Foil logam konvensional mencemari daur ulang kertas. Ganti dengan embos presisi tinggi atau pelapis berbasis air yang ramah lingkungan untuk mencapai efek metalik.

Ringkasan

Memilih kemasan berkelanjutan bukanlah tentang mengejar bahan yang paling mahal. Hal ini harus didasarkan pada kebutuhan umur simpan produk Anda, posisi merek, dan kematangan sistem daur ulang lokal.